Marry you, in twenty five days.

“When somebody loves you
It’s no good unless he loves you all the way
Happy to be near you
When you need someone to cheer you all the way…” (*)

I’m gonna marry you in twenty five days, Sayang. Dan kalau pasangan calon pengantin lain sedang menata debaran jantung mereka yang terlalu bahagia juga excited, hari ini, kita merasakan hal yang sama sekali berbeda. We’re all devastated. Heart broken. Sedih.

Your dad, my future father in law, died yesterday. Setelah sekian lama berjuang hidup dengan kegagalan fungsi ginjalnya, Papa akhirnya menyerah. Tepat pukul 13.45 kemarin siang, Papa memilih untuk membeli tiket terakhir sebuah kereta yang membawanya menuju keabadian. One way ticket to eternity; where everything is just black and white, not grey. Menumpang seorang diri, meninggalkan kenangan terakhir yang membekas di dalam isi pikiranmu sampai hari ini.

You told me that you couldn’t slee last night. Saya bisa merasakan kesedihanmu. Saya ikut terjaga ketika matamu tak bisa terpejam. Hati saya ikut gelisah ketika kenangan-kenanganmu dengan Papa seperti film yang terputar di depan mata; like a slide show presentation, to remind you of all the little things you and Papa did.

Sabtu pagi, kamu bercerita tentang kenangan-kenangan masa kecilmu dengan Papa yang mendadak terputar di dalam isi pikiranmu. Saat harus mengungsi karena rumah banjir, saat Papa mengantarmu ke sekolah karena Mama melahirkan si bungsu, dan yang paling membekas adalah ketika di usia dua belas tahun, Papa bilang kalau kamu adalah tumpuan keluarga, kelak. Papa membesarkanmu lebih keras untuk membuatmu lebih tangguh. Karena kamu yang akan menjaga keluarga, kelak, kalau-kalau Papa sudah tak sanggup melakukannya lagi.

Dan kemarin, sebelum seluruh tubuh Papa terselimut kain kafan, kamu berdiri di samping tubuh Papa yang sudah membeku. Menggenggam jemari adik perempuanmu, bersama keluarga dan saya, calon istrimu, kamu bilang kalau Papa sudah purna tugas. Kini giliranmu mengambil alih semua tanggung jawab itu. Kamu berjanji akan menjaga kami baik-baik. Kamu berjanji akan melindungi kami, semampumu. Tugas Papa sudah selesai. Tugasmu baru dimulai.

“When somebody needs you
It’s no good unless he needs you all the way
Through the good or lean years
And for all the in-between years come what may…”

Saya menangis. Saya mendengar suaramu bergetar. Saya melihat wajahmu mencoba tegar. Kamu adalah lelaki paling kuat yang pernah saya tahu, tapi sekuat apapun kamu, Sayang, kamu tetaplah anak lelaki yang sedang kehilangan ayahnya. You may act tough, but deep down inside you’re vulnerable. Dan tepat di saat itulah, saya tahu, tugas saya juga baru dimulai.

In twenty five days, InsyaAllah, saya bakal jadi istrimu.

In twenty five days, our unpredictable journeys will start.

In twenty five days, we will face the uncertainties together.

Saya akan mendampingimu. Menjaga hatimu. Menenangkan badai emosimu. Be there with you along the way. In a day light, or a dark night. Saya bersamamu, semampu saya.

Seperti yang saya tulis di undangan pernikahan kita, “Life is tough out there. But we still can dance away through the storms as long as we’re together.”

Di saat kamu berjanji di depan tubuh Papa yang membeku, di saat yang sama saya juga berjanji pada Papa; that I’ll be a great partner for you, a great wife, a great friend for you to survive the impossibles.

Karena saya mencintaimu. Dan hidup yang lebih lama dari selama-lamanya denganmu adalah yang ingin saya tempuh.

Let’s hold each other’s hands, Sayang. Bismillah…

“Who knows where the road will lead us
Only a fool would say
But if you’ll let me love you
It’s for sure I’m gonna love you all the way all the way…”

**

* : All The Way (Frank Sinatra)

Advertisements

6 thoughts on “Marry you, in twenty five days.

  1. La, deep condolence ya…buat papa mertua, aku baru tau stlh baca coretan mu….selalu suka baca tulisan2mu, kali ini bukan “cerita” tp “nyata”… tetep kuat ya La…pegang dan ingat janji mu…smoga kamu bisa hidup rukun dan membangun cinta selama nya…tinggal menghitung hari….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s