The eX-files

Setiap orang punya masa lalu; well, who doesn’t?

Bahkan hari yang kemarin kita lewati adalah masa lalu. Jadi bisa dibilang, dengan usia saya dan Ovan yang sudah banyak ini (tiga puluh tahun lebih), kami berdua pasti punya banyak rekaman masa lalu yang mau nggak mau bakal selalu menjadi bagian dalam rekam jejak hidup kami berdua.

Masa lalu; rekam jejak ketika menghabiskan masa-masa remaja, masa-masa anak kuliahan, masa-masa ketika mulai terbentur masalah… Banyak. Juga termasuk, mantan-mantan orang terdekat yang pernah keluar masuk di dalam hati kami berdua. Yes, we’re talking about the eX-files; rekam jejak masa lalu kita yang dulu pastinya penuh cinta dengan mantan-mantan kekasih itu.

Saya adalah orang yang pencemburu. Beneran.

Kalau cemburu disebut sebagai tanda cinta; bagi saya, cemburu itu perasaan insecure terhadap pasangan. Yang artinya tentu saja; tidak benar-benar percaya kalau sebetulnya pasangan hanya mencintai saya saja, lebih dan kurang saya.

Saya juga termasuk perempuan yang kurang kerjaan.

Suka mengaduk-aduk masa lalu. Suka membongkar-bongkar masa lalu pasangan – dengan dalih ingin mengetahui masa-masa yang hilang sebelum jadian —  tapi ujung-ujungnya saya bakal cemburu.

Contohnya gini:

Saya ngeliat status FB-nya jaman dulu banget yang dikomenin mantan pacarnya. Saya? Cemburu.

Saya ngeliat foto-foto jadulnya yang dikomenin mantan pacarnya. Saya? Cemburu.

Saya membaca status-status galaunya di masa lalu, jauh sebelum ketemu saya. Saya? Cemburu.

Huedyan, kan?

Bodohnya, saya orang yang cukup lugu untuk menyampaikan perasaan saya. Dengan lugunya saya mengaku kalau saya cemburu. Dengan lugunya saya bilang ini semua karena saya membongkar masa lalunya. Membongkar folder eX-filesnya.

Kebodohan saya bukan hanya itu.

Saya juga sering memancingnya untuk bercerita soal masa lalu. Soal mantan-mantannya. Kenapa dia putus. Kenapa dia memilih perempuan-perempuan itu untuk menjadi kekasihnya. Konyol dan tolol? Iya banget.

Untungnya, Ovan adalah orang yang sangat sangat mengerti saya. Dengan pengertiannya, dia bilang kalau masa lalu adalah bagian dari setiap orang. Kalau emang nggak bisa menghadapi kenyataan, ya jangan nanya. The most important thing is, sekarang saya adalah satu-satunya. Perempuan yang bakal dia nikahi. Perempuan yang dia yakini bakal jadi istri dan ibu yang baik untuk anak-anaknya kelak.

Ovan, dengan sabar, mengingatkan saya bahwa masa lalu memang nggak bisa diubah.

Ngapain repot-repot mikirin masa lalu yang nggak bakal bisa berubah? Kenapa nggak mikirin masa depan yang jelas-jelas bakal kita jelang dan masih bisa kita perbaiki?

Ya.

He’s right.

Dan terlebih, bukankah saya juga punya masa lalu yang punya kans yang sama besar untuk membuat hatinya terluka?

Kalau Ovan membiarkan hatinya cemburu membabi buta seperti saya, dia pasti akan cemburu pada lelaki-lelaki di masa lalu saya.

Nah, kalau saya berharap dia mengerti bahwa semua itu adalah masa lalu dan mengharapkan dia tidak cemburu, lantas kenapa saya masih saja cemburu?

Selfish. Egois, namanya. Nggak dewasa, namanya. Bodoh, namanya.

So what I am trying to say is this:

What happens in the past, stays in the past.”

Yang terpenting adalah hari ini dan besok, bukan kemarin.

Yang terpenting adalah, yang bakal dikawinin adalah saya, bukan mantan-mantan ceweknya yang kemarin-kemarin.

Karena kalau ini adalah kompetisi, berarti saya yang juara, bukan mereka.

Dan kalau udah menang, jadi peringkat nomor satu, tapi masih aja ngeyel… Ya udah, mungkin emang bener kata orang; makin tua itu pasti, tapi jadi dewasa belum tentu.

Jadi, saya nggak mau cemburu lagi pada masa lalunya.

Karena saya nggak mau dong dibilang nggak dewasa…

(APALAGI DIBILANG TUAAAA… HAHA!)

Advertisements

One thought on “The eX-files

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s