Kereta Ekspres

Saya dan Ovan; kami merasa perjalanan ini seperti menumpangi kereta ekspres. Cepet sekali. Tahu-tahu sudah sampai pemberhentian pertama, lantas kedua, dan seterusnya. Tahu-tahu sudah harus begini, begitu, beginu. Cepet banget!

Coba tengok, deh, perjalanan kami.

Kencan pertama; lunch date.

4 hari berikutnya, kencan kedua; lunch and movie date.

2 hari berikutnya, lewat telepon; jadian.

Besoknya, kencan ketiga; dinner.

4 hari berikutnya, kencan keempat; lunch, movie, and dinner…. and ummm… PROPOSAL! Ginding, kan? 🙂

Banyak yang bilang, saya berjalan terlampau cepat, memutuskan untuk menerima lamarannya terlampau cepat. Terburu-buru, hanya karena dikejar deadline usia.

Banyak mungkin orang-orang di sekeliling Ovan yang bilang, dia berjalan terlampau cepat, memutuskan untuk melamar terlampau cepat. Terburu-buru, hanya karena takut beneran jadi biksu shaolin!

Terlampau cepat?

Hm, apakah waktu adalah faktor yang bisa menentukan layak tidaknya sebuah keputusan diambil? Lamanya pacaran adalah jaminan sebuah hubungan bakal bertahan lama? Apakah memang ada rumus berikut:

UMUR PERKAWINAN = LAMA PACARAN dikali X.

Nggak, kan?

Jadi, silahkan mencibir atau meragukan bahwa saya terlalu cepat. Silahkan saja.

Karena saya tidak bakal marah dan menolak mengakui kalau saya dan Ovan memang seolah sedang menumpang kereta super cepat. Kenyataannya memang begitu, kan?

We are in an express train.

Tapi kamu tahu, kan, gimana enaknya naik kereta eksklusif super cepat?

We may not see the view, but we enjoy the ride.

The sooner we get there, the more time we have to start our real lives.

Yang perlu kami lakukan bukan meragukan apakah kami terlampau cepat. Yang harus kami lakukan adalah ini; buckle up our seatbealts and be prepared for the worst. Dan jika ada kendala di jalan, kami nggak boleh lupa untuk saling berpegangan tangan.

Naik kereta super cepat… siapa takut? 🙂

Advertisements

One thought on “Kereta Ekspres

  1. 7 hari dari jadian ke proposal ya? Sama.. B-)
    Proposalku baru 3 hari kemaren dan sekarang masih berasa ngos-ngosan coz decided to get in to his roller coaster
    Keep telling the story ya
    I’m learning from yours! 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s